Warga di Makassar telah menyuarakan keluhan mereka terhadap Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), lembaga penegak ketertiban umum kota. Keluhan yang diajukan berkisar dari dugaan penyalahgunaan kekuasaan hingga kurangnya transparansi dalam operasi mereka.
Salah satu keluhan utama warga adalah petugas Satpol PP yang kerap bertindak agresif dan menggunakan kekerasan berlebihan saat menegakkan peraturan. Hal ini menyebabkan beberapa insiden adu fisik antara petugas dan warga hingga mengakibatkan korban luka bahkan penangkapan. Banyak warga yang merasa aparat menyalahgunakan kekuasaannya dan tidak menghormati hak warga negara yang seharusnya mereka lindungi.
Keluhan umum lainnya adalah kurangnya transparansi dalam operasional Satpol PP. Warga telah menyuarakan keprihatinan mengenai sifat sewenang-wenang tindakan penegakan hukum yang dilakukan lembaga tersebut, dan banyak yang merasa bahwa mereka dijadikan sasaran secara tidak adil. Ada juga dugaan korupsi di dalam lembaga tersebut, dengan adanya laporan bahwa petugas menerima suap sebagai imbalan atas keringanan hukuman atau menutup mata terhadap pelanggaran.
Selain itu, warga juga mengkritik kurangnya akuntabilitas di Satpol PP. Meskipun banyak pengaduan dan laporan pelanggaran, hanya ada sedikit contoh petugas dimintai pertanggungjawaban atas tindakan mereka. Hal ini menimbulkan rasa impunitas di kalangan petugas, sehingga semakin mengikis kepercayaan antara lembaga tersebut dan masyarakat.
Secara keseluruhan, warga Makassar menyerukan pengawasan dan akuntabilitas yang lebih besar di Satpol PP. Mereka menuntut lembaga tersebut lebih transparan dalam menjalankan operasinya dan meminta pertanggungjawaban petugas jika terjadi penyalahgunaan kekuasaan. Hingga perubahan tersebut dilakukan, kemungkinan besar ketegangan antara Satpol PP dan masyarakat akan terus meningkat.
